05 Feb

Nata de coco banyak ditemukan pada es campur, es buah, atau mainuman lainya. Ia disukai banyak orang juga oleh anak-anak. Nata de coco merupakan makanan yang berwarna putih hingga bening, teksturnya mirip seperti jelly yang kenyal tapi lebih padat. Di dengar dari namanya, pasti sudah tau kalau makanan ini terbuat dari kelapa.

Benar sekali, nata de coco terbuat dari air kelapa yang difermentasi menggunakan bantuan bakteri Acetobacter xylinu. Bakteri ini akan menghasilkan enzim yang dapat menyusun zat gula menjadi ribuan rantai atau serat selulosa. Dari jutaanrenik yang tumbuh pada air kelapa tersebut, dapat menghasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang akhirnya nampak padat berwarna putih maupun transparan.

Nata de coco sendiri  dikabarkan berasal dari filiphina dan namanya diambil dari bahasa latin. “Nata” artinya krim sedangkan “coco”  berasal dari bahan yang digunakan, yaitu air kelapa. Jadi nata de coco artinya krim dari buah kelapa. Sebenarnya, nata tidak hanya terbuat dari kelapa saja. Bisa juga menggunakan bahan utama lainya seperti nanas, jeruk, pisang, kedelai, tomat, bahkan sampai ke lidah buaya.

Namanya juga selalu mengikuti bahan apa yang digunakan. Jika menggunakan tomat namanya nata de tomato, jika menggunakan kedelai namanya nata de soya, jika menggunakan lidah buaya namanya nata de aloe vera, dan lain sebagainya.

Nata de coco sendiri memiliki rasa yang khas seperti air kelapa, yaitu gurih dan manis menjadi satu. Teksturnya yang kenyal akan menambah kenikmatan rasa saat memakanya. Selain nikmat, nata de coco ternyata juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Diantaranya mengatasi dehidrasi, mengatasi sembelit, membantu progam diet, dan masih banyak lagi.

Cara Membuat Nata De Coco Sendiri Dirumah

Jika anak-anak suka, suami suka, teman suka, orang rumah suka, dan lainya suka. Daripada membeli mahal-mahal ke supermarket, bisa coba buat sendiri nata de coco dirumah. Nyatanya, pembuatan nata de coco sendiri tidak serumit yang dibayangkan. Pembuatannya sangat mudah dan sederhana, yang dibutuhkan hanya waktu saja.

Karena menggunakan bakteri jadi membutuhkan waktu untuk fermentasi supaya bisa berbentuk. Waktu yang diperlukan juga cukup lama, sekitar 10 hari.  Air kelapa yang baik untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan nata de coco adalah air kelapa yang sudah tua dan segar. Karena air kelapa yang masih muda mengandung banyak air, sehingga proses penggumpalan membentuk nata menjadi lebih sulit.

Untuk membuat nata de coco, siapakan lebih dulu bahan dan alat yang diperlukan, diantaranya :

  • 1 liter air kelapa segar
  • 10 ml Asam cuka
  • Bakteri starterAcetobacter Xylinum
  • Gula 100 gram
  • 5 gr urea atau ZA
  • 1 buah panci sesuai kebutuhan
  • 2 buah Spatula atau pengaduk
  • 1 buah saringan
  • Kompor gas
  • 5-10 buah loyang atau baskom untuk cetakan
  • Koran dan tali rafia secukupnya

Langkah pembuatan nata de coco :

  • Saring air kelapa agar bersih dari kotoran atau serabut yang tertinggal, kemudian rebus hingga mendidih.
  • Setelah mendidih, biarkan selama 3 menit kemudian tuangkan gula pasir, aduk hingga gula pasir larut.
  • Matikan api agar air kelapa menjadi dingin.
  • Setelah dingin, masukkan asam cuka sekitar 10 ml ke dalam cairan tadi hingga kadar keasamaannya mencapai 4.5, pengukuran pH bisa dibantu dengan kertas lakmus.
  • Selanjutnya, masukkan Bakteri starterAcetobacter Xylinum dan aduk hingga merata.
  • Kemudian tuangkan adonan ke dalam toyang yang telah disiapkan sebelumnya. Pastikan Loyang dalam keadaan bersih dan steril.
  • Tutup loyang dengan kertas koran yang telah disterilkan, kemudian ikat dengan tali rafia sampai rapat (untuk mensterilkan koran bisa dijemur lebih dulu dibawah sinar matahari).
  • Setelah ditutup rapat, pindahkan loyang ke tempat khusus supaya fermentasi dan peram berjalan lancar. Simpan selama 7-14 hari. Letakkan loyang dengan rapi dan pastikan lingkungan tetap steril dan tidak mendapatkan guncangan.
  • Setelah 14 hari di fermentasi, nata sudah bisa dipanen. Sebelum dimakan, dihilangkan dulu rasa asam pada natanya. Caranya bisa dilakukan dengan mencuci bersih nata, kemudian direndam di air bersih selama 3 hari. Selama peradaman jangan lupa untuk mengganti air setiap hari.
  • Setelah 3 hari, nata direbus dulu dengan air dan gula supaya nata menjadi lebih manis dan kenyal.
  • Jika sudah, nata de coco siap di potong-potong sesuai selera dan siap untuk dikonsumsi.

Setelah tahu tentang pembahasan ini. Urea atau za akan menjadi tanda tanya besar dibenak Anda. Bagaimana pupuk sawah ini dicampurkan pada makanan? Tenang, penggunaan urea tau za pada pembuatan nata de coco ini tidak berbahaya. Urea atau za sendiri bertugas sebagai makanan untuk bakteri Acetobacter Xylinu.

Jika bakteri tersebut tidak diberi makan, maka dia tidak akan tumbuh dan mampu memproses air kelapa menjadi serat halus. Masih tergolong aman juga karena jumlah yang digunakan pada nata de coco ini sangat sedikit. Jumlah urea yang disarankan adalah 0.5% dari jumlah keseluruhan bahan yang digunakan.

Sedangkan untuk bakteri Acetobacter Xylinum ini bisa diperoleh dari nanas. Cara pembuatanya yaitu nanas dihaluskan kemudian diperas untuk diambil ampasnya. Campurkan ampas nanas dengan gula pasir dan air dengan perbandingan 6:3:1. Kemudian aduk rata campuran dan masukkan dalam botol yang tertutup rapat.

Selanjutya, simpan botol berisi campuran tersebut selama 2-3 minggu dalam suhu ruangan dan jangan pernah dibuka sekalipun. Setelah 3 minggu, campuran akan membentuk 2 lapisan putih dibagian atas dan kuning dibagian awah. Lapisan putih inilah yang mengandung banyak bakteri starter Acetobacter Xylinum. Terimakasih dan selamat mencoba!

Leave a comment